Pulang berbelanja, malam itu ibunya anak minta dibelikan sate. Dengan celana pendek, kaos dan sebatang rokok Marlboro, berangkat juga ke tukang sate. Sudah pesan ini itu, sambil menunggu matang , saya pergi ke sebuah mini market tidak jauh dari tukang sate. Setelah dapat yang dicari, antri di kasir ( sepertinya hal ini harus dibudayakan ). Saat antri, saya tidak sengaja memperhatikan percakapan antara seorang ibu yang berdiri di depan saya dengan seorang kasir. Karena jumlah belanja ibu tersebut cukup besar, sehingga kasir tersebut menawarkan hadiah yang akan diberikan ibu tersebut berupa produk ( kayaknya produk import ).

Sang Ibu itu bertanya , “Apakah Indonesia punya ? “.

Si kasir menjawab , “kayaknya bukan bu… “.

Si Ibu itu kembali berkata.. “Kalau bukan Indonesia punya, saya gak mau…. “.

Glek…

Saya agak kaget mendengar pertanyaan Ibu ,tersebut. Masih ada orang seperti ibu ini yang mau terang-terangan berkata seperti itu. Saya kembali merenung kepada diri saya sendiri, saat saya berbelanja untuk kebutuhan hidup tadi siang apakah pernah terbesit pikiran seperti Ibu itu ? untuk membeli produk dalam negeri .

Saya berlalu, menuju tukang sate untuk mengambil pesanan . Sambil berjalan pulang, saya berkata konyol dalam hati : “Untung makan sate, sate kan produk dalam negeri..

Akhir cerita, si kasir tersebut memberikan hadiah sebuah pasta gigi produk dalam negeri kepada Ibu tadi.

:)